TANGERANG, BANTEN – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Banten terus memperkuat perannya dalam integrasi sosial dan pembangunan karakter bangsa. Dalam sesi special talkshow eksklusif di Radio Heartline 100.6 FM yang dipandu oleh Pak Le, Ketua PSMTI Banten, Bapak Surjadi, memaparkan visi strategis organisasi melalui tema “Menjadi Tionghoa, Menjadi Indonesia: Peran, Tantangan, dan Harapan.”
Integrasi Identitas dan Nilai Strategis
Bapak Surjadi menegaskan bahwa identitas Tionghoa Indonesia merupakan sinergi yang utuh dan tidak terpisahkan. Beliau menekankan bahwa kontribusi komunitas didasarkan pada nilai-nilai luhur yang selaras dengan etika profesional dan kebangsaan:
- Integritas dan Kerja Keras: Menjadi landasan dalam memberikan dampak ekonomi dan sosial.
- Kemanusiaan: Memprioritaskan aksi sosial yang melampaui batas asal-usul.
- Harmonisme: Menjunjung tinggi kesederhanaan, kejujuran, dan persaudaraan nasional.
PSMTI sebagai Wadah Pengabdian Sosial Terstruktur
Dalam diskusi tersebut, dipaparkan bahwa PSMTI bertransformasi lebih dari sekadar paguyuban tradisional. PSMTI berfungsi sebagai instrumen pengabdian sosial yang memiliki peran strategis:
- Pelestarian Budaya & Integrasi: Menjaga akar budaya Tionghoa sekaligus memastikan inklusivitas dalam masyarakat majemuk.
- Jembatan Komunikasi (Stakeholder Relations): Menjadi penghubung dialog antara pemerintah, komunitas lintas suku/agama, dan masyarakat umum untuk membangun kepercayaan (trust building).
- Filantropi & Kemanusiaan: Mengoordinasikan bantuan bencana dan layanan kesehatan secara lintas sektoral.
Kontribusi Multisektoral bagi Pembangunan Nasional
PSMTI menggarisbawahi rekam jejak kontribusi komunitas Tionghoa yang telah terjalin secara historis dalam berbagai sektor pembangunan di Indonesia:
- Sektor Pendidikan: Pengembangan institusi pendidikan dan program beasiswa inklusif.
- Sektor Sosial-Kemanusiaan: Aktivasi layanan kesehatan dan bantuan sosial lintas latar belakang.
- Sektor Politik & Kebijakan: Partisipasi aktif warga negara dalam mengawal kebijakan publik secara objektif dan profesional.
- Sektor Kebudayaan: Pengayaan nilai-nilai Nusantara melalui proses akulturasi yang dinamis.

Menghadapi Dinamika Global dan Sosial
Di era disrupsi informasi, PSMTI memposisikan diri sebagai fasilitator kohesi sosial. Organisasi berkomitmen untuk memitigasi prasangka sosial melalui kolaborasi nyata dan dialog terbuka. Bagi PSMTI, keberagaman bukan sekadar semboyan, melainkan strategi operasional dalam merawat persatuan bangsa.
Kesimpulan dan Komitmen Organisasi
Sebagai penutup, Bapak Surjadi menegaskan dedikasi organisasi terhadap NKRI. PSMTI secara terbuka mengundang kolaborasi strategis dengan berbagai elemen bangsa demi mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
“PSMTI hadir tidak hanya untuk komunitas Tionghoa, melainkan sebagai bagian integral dari solusi bagi kemajuan Indonesia.”
